Tahapan Proses Produksi Plywood yang Perlu Diketahui

Tahapan Proses Produksi Plywood

Plywood/triplek merupakan material interior yang serbaguna. Triplek merupakan material interior yang tersusun dari beberapa lapis kayu yang direkatkan dan dimampat dengan tekanan tinggi.

Triplek juga disebut sebagai kayu lapis karena tersusun dari beberapa lapis serat kayu dan kulit kayu yang dikombinasikan. Lapisan terluar dari triplek ini sengaja dibuat lebih kuat dibandingkan lapisan tengahnya agar mampu menahan tekanan tekuk dan mereduksi pemuaian.

Triplek merupakan material yang banyak dipilih di pasaran karena memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya:

  1. Tahan air
  2. Tahan melalui berbagai cuaca
  3. Tahan terhadap tekanan tekuk
  4. Sangat kokoh untuk dijadikan kerangka utama furniture (lemari, kursi, dll)

Tahapan Produksi Plywood

Plywood menjadi bahan interior yang kuat bukan tanpa sebab, itu karena triplek melalui beberapa proses khusus yang tidak dilalui oleh material interior lainnya. Adapun tahapan produksi triplek di antaranya:

1. Pemilihan kualitas kayu

Kayu yang akan dijadikan triplek tentu harus memiliki kualitas terbaik. Proses pemilihan ini pada umumnya menyeleksi seputar kayu yang tidak bengkok dan memastikan tidak ada mata kayu yang busuk. Setelah semua kayu dengan kualitas paling bagus didapatkan, langkah selanjutnya kayu harus direndam dengan air untuk mencegah kayu pecah dan kering.

2. Pengupasan kayu

Pengupasan kayu ini menggunakan mesin rotary baik itu spindless maupun peeling. Dalam proses pengupasan ini terdapat ketentuan ketebalan yang harus diatur pada mesin. Ketebalan ini berbeda-beda tergantung perusahaan produsen triplek.

3. Pengeringan

Tahap selanjutnya dalam proses produksi plywood adalah pengeringan. Pengeringan dilakukan dengan mesin pengering khusus seperti continous dryer dan press dryer yang menghasilkan panas dari mesin boiler.

4. Perbaikan dan setting ulang

Proses ini dilakukan jika ada kualitas kayu buruk yang terbawa seperti masih ada mata kayu busuk atau cacat pada kayu. Jika terdapat cacat, maka diganti dengan kayu lain dengan membentuk pola daun. Selain itu jika ada kayu yang ukurannya tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan, maka pada proses ini juga ada pergantian ukuran kayu. Setelah semua proses perbaikan dilalui, kayu-kayu ditata dalam pola zigzag. Hal ini untuk memudahkan saat memasuki proses selanjutnya juga untuk memudahkan dalam mengamati betul jika masih ada cacat pada kayu.

5. Perakitan

Proses perakitan adalah proses di mana lapisan-lapisan kayu yang sudah jadi kemudian ditumpuk dan dirakit. Jumlah lapisan plywood tergantung kebutuhan penggunaan triplek  nantinya. Umumnya lapisan kayu dirakit dari mulai 3 lapis, 5 lapis, 7 lapis hingga 9 lapis.

6. Finishing

Tahap ini merupakan tahap akhir penyempurnaan triplek di mana triplek melewati proses pemotongan agar rata kanan dan kiri, proses pengamplasan hingga proses pendempulan jika masih ada cacat kayu pada titik tertentu.

7. Grading

Beberapa produsen triplek melakukan proses grading untuk menentukan level kualitas kayu yang akan berdampak pada harga plywood di pasaran. Proses grading ini dilakukan menggunakan beberapa standar seperti ukuran luas dan ketebalan, rata kanan-kiri, kehalusan permukaan kayu hingga kualitas kayu. Setelah proses grading selesai, triplek kemudian dikemas dan dipasarkan.

Itulah tahapan proses produksi kayu triplek. Triplek tersedia di hampir semua toko bangunan di seluruh Indonesia sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukannya. Adapun harga plywood di temtera sangat variatif tergantung ukuran, kualitas dan brand produsen. Untuk mendapatkan harga terbaik, Anda dapat membandingan beberapa harga sekaligus kualitas yang ditawarkan di beberapa toko lalu pilihlah toko terbaik menurut Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *